Hati- hati salju!

Posted on February 26, 2007. Filed under: Bincang, Ngalor-ngidul |

Bagi yang berpikir suka salju, nggak semua salju itu enak. Kalau yang di film- film sih ya romantis. Maen lempar- lemparan salju, bikin snowman, makan salju. Yang terakhir ini jangan ditiru, karena saya pernah nekat mencoba. Serius, saya makan salju. Bukan seperti makan nasi sih, hanya sekedar mencicipi saat bermain salju di luar. Hasilnya batuk pilek untuk beberapa hari. Meskipun Seurieus bilang “lembut bagaikan salju…”, memang benar salju lembut tapi tetap saja bukan makanan.

Dan kalau sudah membeku menjadi es, karena sudah numpuk semalaman, bakal menyiksa di pagi harinya. Ngerok salju bisa terasa menyakitkan. Bener- bener sakit. Luar dalam. Pengalaman minggu lalu, salju numpuk setinggi kurang lebih 30cm. Jadi lah “hari libur darurat” diisi dengan “olahraga darurat” . Yang hasilnya juga “keadaan darurat”. Sekali merengkuh sekop, dua tiga hari capeknya nggak hilang- hilang. Badan langsung pegal dan linu.Tenggorokan gatal karena menghirup aroma salju. Belum lagi perasaan yang terluka karena susah sekali menghilangkan salju sampai ke akarnya tanpa bekas. Kok kaya’ panu?

Sesaat setelah turun salju atau setelah salju tipis di jalan menjadi es, ini lah yang lebih menyakitkan. Berhati- hatilah dalam berkendaraan maupun jalan kaki. kalau “mbragkang” sih nggak apa- apap mungkin karena berat badan terdistribusi secara merata. kalau berkendaraan, ini yang bahaya. Bagi yang naik motor, ngapain juga salju- salju naik motor? Cari penyakit!

Pengalaman pribadi, baru sekitar satu jam yang lalu. Saya mengendarai mobil di jalan bersalju. Harus pelan- pelan karena licin. Terkadang karena terlalu pelan hingga mobil tak mau beranjak. Nah, tibalah saya di tikungan yang di sebelah kanannya terdapat pohon- pohon yang tinggi dan di sebelah kirinya dataran kosong bersalju yang diberi pagar dan ada satu sungai kecil, cukuplah untuk menampung sebuah mobil. Karena saat di tikungan mobil terlalu pelan, saay injak pedal gas agar bisa jalan lagi. Namun tiba- tiba, mobil melaju tak terkontrol, berputar- putar sedikit (seperti di Dufan), masih melaju beberapa meter. Rasanya sudah tidak karuan waktu itu. kalau ke kanan, ada pohon. Ke kiri, ada pagar dan sungai. masalahnya saya nggak bisa menentukan pilihan mau ke kanan atau ke kiri waktu itu. Jalan licin sehingga hanya Allah yang menentukan ke mana akhirnya mobil mengarah. Untungnya tak ada mobil lain saat itu.

Oh ya, lalu lintas berjalan di sisi kanan jalan. Akhirnya, mobil saya melintir ke depan, ke arah kiri, seperti akan berbalik arah. Rasanya sudah pasrah. Hingga mobil berhenti setelah menabrak pagar, pas di sebelah sungai kecil. Alhamdulillah, saya masih tersadar. Tak beberapa lama kemudian bantuan datang.

Yah, begitulah beberapa pengalaman tentang salju. Percaya deh, salju itu nggak enak. Asyiknya cuma di film, yang romantis. Kalau sendirian di salju juga aneh kan?

Make a Comment

Make a Comment: ( 3 so far )

blockquote and a tags work here.

3 Responses to “Hati- hati salju!”

RSS Feed for Es Teh Adem Comments RSS Feed

heauea.. yang soal makan salju.. aku makan salju terus e heuehu..enak kok :p ya es biasa sih ya..tapi enak ehauehau

Padahal pikirku salju itu identik dengan romantis…tuh aku pernah terobsesi dengan Putri Salju :p

Apa aku aja yang salah interpretasi yo?
mahendra

gitu ya ternyata? salju gak enak ya? yah namanya juga wong ndeso kepanasan kegerahan ma udara jakarta trus antusias liat salju di TV hahaha

sekedar mampir ke blog ian :)


Where's The Comment Form?

  •  

    February 2007
    M T W T F S S
    « Jan   Jul »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728  

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...